Categories
Tekno

Kesimpulan UJI EMPAT R9-270X

core clock dan memory clock yang tinggi memang menjadi faktor utama yang masih menjadi poin penting dari performa sebuah graphics card. hal ini sekaligus menjadi senjata utama dari sebuah graphics card untuk dapat menjadi yang terbaik dalam proses pengolahan grafis. Buktinya dapat dilihat dari hasil benchmark yang chip lakukan pada keempat graphics card yang ada pada tes perbandingan kali ini. Meski demikian, jangan pernah menganggap remeh graphics card yang hadir dengan clockspeed yang lebih rendah.

Terkadang, produsen graphics card sengaja memberikan clockspeed yang lebih rendah namun dibekali dengan kemampuan sistem pendingin yang sangat baik. mereka sengaja menyimpan kemampuan tertinggi graphics card yang dimilikinya untuk menantang kreativitas sekaligus menguji nyali penggunanya untuk menemukan kemampuan yang sebenarnya dengan melakukan overclocking.

TIP CHOICE SAPPHIRE R9-270X TOXIC dari tabel perbandingan di samping, terlihat jelas graphics card ini unggul di tiga aspek penilaian, yaitu performa, perlengkapan, dan dokumentasi. hal ini tak lain berkat paket pen jualan dan dokumentasi yang lengkap, serta spesifikasi yang telah ter-overclock 100 mhz lebih tinggi. Karenanya, tak heran jika SapphiRe R9-270X ToXic ini menjadi yang terbaik pada tes perbandingan kali ini.

BEST PERFORMER SAPPHIRE R9-270X TOXIC clock gpu dan clock memori yang 100 mhz lebih tinggi dibandingkan ketiga saingannya menjadi faktor utama bagi SapphiRe R9-270X ToXic untuk terpilih menjadi yang terbaik dalam urusan performa. dengan demikian, gelar chip Best performer layak didapatkan berkat keunggulan mutlak di seluruh benchmark yang chip uji, baik benchmark sintetik maupun benchmark gaming.

TIP VALUE GIGABYTE GV-R927XOC-2GD datang sebagai peserta terakhir melengkapi pengujian nyatanya tidak membuat gigaBYTe gV-R927Xoc-2gd pulang dengan tangan kosong. dengan clock gpu 80 mhz lebih tinggi, performa yang dimilikinya terbukti bersaing ketat dengan SapphiRe R9-270X ToXic. namun, hal yang paling berpengaruh adalah harganya yang lebih terjangkau. gigaBYTe gV-R927Xoc-2gd menjadi yang terbaik dari sisi price/performance dengan harga uS$235.

Categories
Tekno

GIGABYTE GV-R927XOC-2GD

GIGABYTE GV-R927XOC-2GD adalah peserta terakhir pada tes perbandingan kali ini karena produknya paling akhir masuk Test Center. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi tahap pengujian yang dilakukan. Hasilnya, GIGABYTE GVR927XOC-2GD terbukti mampu memberikan performa dan AMD Radeon R9-270X menggunakan dua buah 6-pin power sebagai penyuplai daya sehingga membutuhkan power supply dengan daya minimum 500 watt kemampuan yang bersaing ketat dengan ketiga graphics card lainnya.

Juga menggunakan GIGABYTE GV-R726XWF2-2GD sebagai pembanding performa pada tes perbandingan kali ini. GIGABYTE GV-R927XOC-2GD hadir dengan clock GPU 80 MHz, lebih tinggi dibandingkan ASUS dan MSI, namun menggunakan clock memori yang sama, yaitu 5600 MHz. Dengan GPU clock yang lebih tinggi, GIGABYTE GV-R927XOC-2GD bersaing dengan SAPPHIRE R9-270X TOXIC dengan selisish 2-3 FPS pada beberapa pengujian game. GIGABYTE GV-R927XOC-2GD hadir menggunakan Windforce 3X Cooling dengan teknologi Triangle Cool. Sistem pendingin ini terbukti ampuh meredam panas dengan sangat baik dan terlihat saat pengujian hanya menyentuh angka maksimal 56 derajat celcius.

MSI R9-270X GAMING 2G

Untuk bersaing pada tes perbandingan kali ini, MSI menampilkan varian khas miliknya, MSI R9-270X GAMING 2G yang dipersenjatai dengan sistem pendingin TwinFrozrIV. Sistem pendingin ini sudah terbukti ampuh meredam panas GPU pada seri-seri graphics card MSI lainnya. Terbukti pada pengujian tes perbandingan kali ini, suhu TwinFrozr hanya selisih dua derajat lebih panas jika dibandingkan dengan sistem pendingin TOXIC milik SAPPHIRE dan tiga derajat lebih panas dibandingkan Windforce 3X Cooling milik GIGABYTE.

MSI R9-270X GAMING 2G dilengkapi dengan feature Gaming App yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Pada kondisi default, graphics card ini berjalan pada mode Gaming yang akan memberikan kestabilan dan performa seimbang sehingga sangat cocok digunakan pada saat bermain game. Sedangkan pada mode OC akan meningkatkan performa graphics card pada kondisi maksimal. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, clock GPU dan clock memori pada MSI R9-270X Gaming 2G sama persis dengan ASUS R9-270X DirectCU II TOP 2 GB. Namun hasil pengujian menunjukkan produk dari MSI unggul tipis dengan selisih beberapa FPS dibandingkan ASUS R9-270X DirectCUII TOP 2GB.

SAPPHIRE R9-270X TOXIC

Berbeda dengan tiga peserta tes perbandingan lainnya, SAPPHIRE hadir dengan versi TOXIC yang memiliki kecepatan clock GPU dan clock memori paling tinggi di antara ketiga peserta yang lain. Varian TOXIC dari SAPPHIRE ini merupakan varian tertinggi yang dimiliki oleh SAPPHIRE dan berbeda dengan varian Vapor-X yang biasa dihadirkan oleh SAPPHIRE. SAPPHIRE R9-270X Toxic hadir dengan desain yang sangat elegan. Tiga buah kipas yang menempel mampu memberikan airflow yang sangat baik sehingga mampu mendinginkan GPU yang sudah ter-overclock 100 MHz lebih tinggi ini.

Pada sisi bagian belakang terdapat pelindung bodi yang sekaligus mempercantik tampilan SAPPHIRE R9-270X TOXIC. Dengan kondisi clock GPU dan clock memori yang lebih tinggi dibandingkan tiga pesaingnya, maka tidak mengherankan kinerja SAPPHIRE R9-270X TOXIC lebih tinggi dan menjadi yang terbaik pada tes perbandingan kali ini. Dengan clock GPU dan clock memori tertinggi secara default, graphics card ini nyatanya masih memiliki potensi besar untuk di-overclock.

Categories
Tekno

Langka Karena Diburu Penambang Bitcoin

Memang benar apa yang tertulis dalam judul di atas. Graphics card yang satu ini memang sempat meng- hilang dan susah untuk dicari. Hal itu dikarenakan AMD Radeon R9-270X banyak diburu oleh para penambang Bitcoin karena konon memiliki performa yang sangat baik untuk menghasilkan pundi-pundi Bitcoin. Begitu juga di Indonesia, Radeon R9-270X adalah salah satu produk yang susah untuk ditemukan.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, kelangkaan di Indonesia bukan dikarenakan perburuan para pe nambang Bitcoin, tetapi lebih dikarenakan jumlah barang yang masuk ke Indonesia tidak sebanyak biasanya. Bahkan, kali ini hanya bisa mendapatkan empat produk Radeon R9- 270X untuk diikutsertakan dalam tes perbandingan. Beberapa distributor mengatakan bahwa Radeon R9-270X mereka sudah habis terjual karena memang graphics card ini sudah beberapa bulan yang lalu diluncurkan dan banyak diminati.

Meski demikian, tetap menguji empat varian Radeon R9- 270X yang masuk untuk mengetahui siapa yang terbaik di kelasnya. Keempat produk yang diuji adalah ASUS Radeon R9-270X DirectCU II, GIGABYTE GV-R927XOC-2GD, MSI R9-270X Gaming 2G, dan SAPPHIRE R9-270X TOXIC. Sebagai pembanding performa, CHIP menyandingkan dua graphics card Radeon lainnya dan hanya digunakan sebagai referensi performa saja, yaitu GIGABYTE GV-R726XWF2-2GD dan MSI R9-270 GAMING.

ASUS R9-270X DirectCU II TOP 2GB

Produk pertama yang masuk dalam daftar tes perbandingan kali ini adalah ASUS R9-270X DirectCU II TOP 2 GB. Graphics card yang satu ini sudah pernah diuji sebelumnya. Namun karena perubahan testbed yang CHIP gunakan, produk yang satu ini harus diuji ulang agar tidak terjadi anomali pada hasil tes perbandingan. Sesuai dengan penamaannya, ASUS R9-270X DirectCU II TOP 2GB menggunakan sistem pendingin DirectCU II khas dari ASUS. Dua buah kipas yang digunakan dalam sistem pendingin DirectCUII ini mampu membuang panas dengan baik.

Panas maksimal yang dihasikan dari graphics card ini adalah 67 derajat celcius. Spesifikasi ASUS R9-270X DirectCU II OC memiliki clock GPU dan clock memori yang sama persis dengan MSI R9-270X GAMING 2G. Namun pada pengujian gaming terdapat perbedaan beberapa FPS yang tidak terlalu berpengaruh. Meskipun demikian, ASUS R9-270X DirectCU II OC masih memiliki potensi peningkatan performa melalui overclocking yang dapat dilakukan dengan mudah menggunakan ASUS GPU Tweak.

Categories
Tekno

GIGABYTE BRIX

GIGABYTE juga memiliki produk barebone mini-PC yang dikenal dengan varian GIGABYTE BRIX. GIGABYTE BRIX merupakan salah satu pelopor dari perkembangan dunia mini-PC. Saat memikirkan tentang mini-PC, salah satu produk yang terlintas dan tidak boleh dilupakan adalah GIGABYTE BRIX. Hingga saat ini, sudah banyak varian GIGABYTE BRIX yang beredar di pasaran karena produk ini sudah ada sejak munculnya prosesor Intel Sandy Bridge.

Bahkan, GIGABYTE berinovasi untuk menghadirkan produk yang lebih spesifik seperti GIGABYTE BRIX GAMING dan GIGABYTE BRIX PRO. Dengan dimensi yang sangat kecil, yaitu 30 x 108 x 115 mm, GIGABYTE hanya sedikit lebih besar dibandingkan dengan Intel NUC. Meski demikian, GIGABYTE BRIX memiliki bobot lebih ringan jika dibandingkan dengan Intel NUC. Desainnya sangat minimalis karena tidak banyak menghadirkan slot pada bagian depan dan belakang. Pada bagian depan hanya disediakan satu slot USB 3.0 dan pada bagian belakang disediakan satu slot USB 3.0, port HDMI, Ethernet LAN, dan mini DisplayPort.

Sama seperti kebanyakan mini PC, produk ini juga menggunakan memori dengan jenis SO-DIMM karena dimensi keseluruhannya mengharuskannya untuk menggunakan jenis memori seperti yang digunakan pada notebook. GIGABYTE BRIX menggunakan DC-in power sebagai sumber listriknya dan menyediakan adapter pada paket penjualannya, sama halnya seperti sebuah notebook. Paket penjualan GIGABYTE BRIX menyediakan mounting VESA yang dapat digunakan untuk menempelkan GIGABYTE BRIX ke bagian belakang monitor atau juga bisa ditempatkan pada tempat lain yang lebih tersembunyi.